Marcello Lippi: Liga Champions Akan Pertahankan Conte di Chelsea

Lippi Liga Champions Conte Chelsea

Manajer timnas Tiongkok, Marcello Lippi berpendapat bahwa Antonio Conte bakal tetap bertahan di Chelsea meski terus dikaitkan dengan Inter, karena tantangan membawa mereka kembali berlaga di ajang Liga Champions terlalu bagus untuk ditolak.

Lippi, yang serupa dengan Conte lantaran juga pernah menangani Juventus dan timnas Italia, tidak yakin prospek menangani Inter akan menggoda manajer Chelsea yang masih berada pada tahap awal karirnya di Inggris.

Terlepas dari penolakan Conte yang terus berlanjut, spekulasi yang beredar tetap mengaitkannya tentang kepindahannya ke San Siro, sementara itu menajer Atletico Madrid Diego Simeone juga merupakan kandidat lainnya yang dikabarkan untuk menggantikan Stefano Pioli lantaran klub Serie A milik kelompok investor Tiongkok Suning mengincar pelatih bernama besar.

Namun, Lippi yang pernah melatih Conte di Juventus, merasa kabar tersebut tidak akan membuat Conte tertarik meninggalkan Chelsea, meski ada tawaran kontra berdurasi lima tahun senilai £50 juta dari Inter.

Baca Juga: Guardiola Yakin Aguero Tetap Bertahan di City

Chelsea, yang merupakan juara Liga Champions tahun 2012, absen berlaga di kompetisi bergengsi di musim ini setelah hanya finish di papan tengan musim lalu, tapi Conte kini tengah mempersiapkan The Blues berpeluang besar kembali tampil di ajang Liga Champions setelah musim ini mereka sukses memuncaki klasemen sementara Liga Premier Inggris.

“Kami berbicara tentang dia karena dia merupakan salah satu yang terbaik di dunia, tapi bagi saya sepertinya dia bahagia berada di London,” kata Lippi dikutip Agen Judi Bola.

“Dia ingin membawa The Blues masuk Liga Champions musim depan, jadi saya pikir dia tidak akan pergi.”

Lippi merasa pengambilalihan kepemilikan Inter dan rival sekotanya AC Milan selama setahun terakhir merupakan langkah yang tepat untuk membuat kedua klub tersebut kembali kompetitif.

“Hal tersebut mengakhiri era yang merepresentasikan kecintaan pada tim dari Massimo Moratti dan¬†Silvio Berlusconi,” tambah bos China tersebut.

“Mereka adalah klub yang tidak bisa lagi dikelola oleh suatu keluarga, butuh kelompok pengusaha yang besar dan saat ini kebanyakan berasal dari Arab, Cina dan Rusia.”